Saya Suka Tattoo !!



Kata "tato" berasal dari bahasa Tahiti, "tatu" berarti menandakan sesuatu. 
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tato berarti gambar atau lukisan pada bagian (anggota) tubuh.
Sedangkan, menurut bahasa jawa, tatu itu artinya luka, luka biasanya sakit, meskipun tidak sesakit ditikung orang lain padahal udah duluan pdkt. Oke yang ini saya curhat. #lah
Sumber : Wikipedia
Ternyata tattoo itu ditemukan kurang lebih pada 3000 tahun SM ( Sebelum mintaputus Masehi) terdapat pada tubuh sebuah mumi yang ditemukan di Mesir.
Bicara soal tattoo, sebenernya dalam beberapa kebudayaan kuno, ini merupakan penanda sebuah status sosial. Lihat saja pada suku dayak atau suku di tahiti atau pada petinggi yakuza jepang.
Monmaapye ini bukan lagi bahas supreme atau gucci atau outfit hypebeast yang lagi marak sebagai penanda status sosial di komunitas kids jaman now ya. Soalnya meskipun kalian pake barang branded itu, tetep aja keliatan KW. Karena, muka jelek ga bisa diubah. Huehuehue
Nah, bagi sebagian orang, seni tattoo ini dianggap tidak baik, karena, memang secara kebetulan di negara +62 ini identik dengan oknum orang - orang yang kurang baik perilakunya. Dimana biasanya yg bertato itu anak nakal atau preman. Dan dampaknya sampai sekarang pun masih terasa stigma negatifnya.
Meskipun, seiring perkembangan jaman, tattoo menjadi sebuah lifestyle dalam kultur pop masyarakat. Sekarang sudah tidak serem lagi, semakin banyak orang yang menorehkan tattoo di tubuhnya meskipun dia bukan seorang preman.
Ada sedikit pengalaman saya, yang baru saja nikah, tinggal di kota kelahiran istri, begitu terheran - heran, masyarakat di sini, warga RT saya pada khususnya, banyak laki - laki yang bertato. Meskipun bertato, mereka bersikap layaknya warga biasa, tidak melulu harus sangar dan kasar. Mereka cenderung ramah dan sopan.
Di sini lah, makna kenegatifan tattoo sedikit tergeser. Seperti menjadi sebuah kultur dan kebiasaan. Tak jarang juga yang malah menambah tattoonya. Bukan berarti nambah tattoo jadi nambah galak orangnya, tetap saja ramah dan gembira, nggak kayak situ, nambah mobil nambah congkak, padahal cicilan belum lunas. Huehuehue
Yang mau saya sampaikan di sini, sebetulnya saya suka tattoo. Ada nilai seni yang terkandung. Ada sebuah makna yang tersirat. Ada cerita dan pesan yang seakan - akan ingin disampaikan dalam torehan tattoo itu.
Maka dari itu, sangat disayangkan misal tattoo yang tertoreh di tubuh hanya sekedar untuk "sangar - sangaran" saja atau untuk biar terlihat keren saja.. Tidak bermakna. Sayang sekali. Sekali sayang, langsung dibuang.
Saya lebih suka tattoo yang mempunyai makna, misal pemilik tattoo berkonsep religi, ingin menyampaikan betapa dia menyayangi tuhannya, dengan menorehkan simbol - simbol agamanya. Saya suka itu. Salah satu cara pengekspresian dia untuk tuhannya. Dan itu menunjukkan konsistensi imannya kepada tuhannya. Karna seperti yang kita tau, tattoo memang susah untuk dihapus, seperti iman mereka kepada tuhannya. Dalem lho maknanya.
Mungkin kalian ada yang tanya, cara move on ditinggal pacar nikah pas lagi sayang-sayangnya "Om, katanya kamu suka tattoo, tapi kok kamu ga torehkan tattoo ke tubuhmu?".
Nah, ini juga salah satu cara pengekspresian imanku kepada tuhanku, dengan manut untuk tidak pasang tattoo salah satu tanda kepatuhanku kepada-Nya.
Karena, seperti yang kita tau, meskipun suka meskipun cinta, kadang kita tidak harus memiliki. Hanya cukup mengagumi dari jauh dan bersyukur untuk itu. Seperti cintamu padanya yang bertepuk sebelah tangan hanya karena kalah rupo kalah bondo.
Seperti tattoo, pasti sakit tapi ada nilai tersirat di dalamnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keresahan Dari Meme Tuman Yang Lagi Viral

Pengemis Yang Miskin